HUKUM PENGGUNAAN SOFTWARE BAJAKAN

  • Page Views 13397
  • HUKUM PENGGUNAAN SOFTWARE BAJAKAN

    Pertanyaan Dari:

    Ihsan Al-Khalili, Ikhsanalkhalili99@gmail.com

    (disidangkan pada Jum’at, 14 Dzulhijjah 1437 H / 16 September 2016 M)

    Pertanyaan:

    Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

    Saya seorang pelajar, mendapati di sekitar saya banyak sekali penggunaan software bajakan. Jadi saya mau bertanya :

    1. Hukum penggunaan software bajakan, dimana aplikasi seperti Photoshop, Windows, Microsoft, Coreldraw dan sebagainya dijual dengan harga yang sangat mahal. Anggap satu software seharga satu juta rupiah. Misal satu perusahaan mempunyai 40 komputer, maka pasti memerlukan biaya yang sangat mahal hanya untuk sebuah software. Supaya tidak mengeluarkan biaya mahal, alternatifnya adalah menggunakan software bajakan. Membajak software tidak sama sepenuhnya seperti mencuri, karena tidak membuat barang hilang dari pemilik, namun memperbanyak. Jadi, bagaimana hukum penggunaan software bajakan?
    2. Terkait software bajakan, bagaimana hukumnya jika software tersebut digunakan untuk bekerja? Hal ini karena ketika digunakan untuk bekerja dan mencari uang, masih memerlukan kemampuan dan usaha keras dari orang tersebut, tidak sekedar mencari keuntungan dengan software bajakannya. Bagaimana hukum uang yang didapat?

    Sekian pertanyaan dari saya, mohon maaf bila ada kekurangan.

    Wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

    Jawaban:

    Wa alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh.

    Terima kasih atas pertanyaan saudara. Software merupakan program komputer yang memiliki fungsi tertentu. Untuk mendapatkan software biasanya menggunakan dua cara. Pertama dengan cara membeli. Software ini terdapat dalam kepingan CD/DVD, kemudian dipasang (install) ke komputer/laptop. Lalu dalam proses pemasangan, pengguna diharuskan memasukkan kode tertentu (serial number) yang terdapat di kemasan CD/DVD software tersebut sehingga mendapatkan lisensi atau izin resmi untuk menggunakannya. Software seperti ini dijual dengan harga yang cukup mahal, bisa mencapai jutaan rupiah.

    Kedua dengan tanpa membeli CD/DVD, yaitu mengunduh dari internet, atau mengcopy dari komputer lain. Dikarenakan merupakan sebuah program komputer, software dapat dengan mudah digandakan dan dipasang di banyak komputer. Namun software yang didapat dari mengunduh atau mengcopy adalah versi percobaan atau trial. Artinya pengguna akan diberikan kesempatan menggunakan software tersebut dalam jangka waktu tertentu. Apabila sudah mencapai batas waktu, maka software ini tidak bisa digunakan lagi dan pengguna harus memasukkan kode (serial number) untuk dapat menggunakannya kembali. Kode ini harus dibeli dari perusahaan pembuat software. Jadi bisa dikatakan perusahaan software mendapatkan pemasukan dari adanya kode tersebut.

    Pembajakan yang sering terjadi adalah memasang software yang didapat dari internet, atau hasil kopian lalu menggunakan suatu program khusus yang dapat membuat kode serial number dan merekayasa software sehingga tidak perlu membeli kode serial number untuk mendapatkan lisensi. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan pembuat software, karena perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dari software yang diproduksi. Kerugian akibat pembajakan sangat besar, di antaranya karena:

    1. Biaya yang digunakan untuk meneliti, mengembangkan dan membuat software sangat mahal
    2. Klaim untuk mendapatkan hak cipta atas suatu produk terbilang cukup mahal

    Selain itu, sebagian besar perusahaan pembuat software adalah korporasi asing, sehingga saat produknya dijual di Indonesia tentu akan menjadi mahal karena kurs rupiah yang lemah dibanding mata uang asing (dolar dan lainnya). Oleh karena itu wajar jika software-software dijual dengan harga tinggi dikarenakan faktor di atas.

    Masalah pembajakan ini sebenarnya sudah pernah dijelaskan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid dalam fatwanya, namun berkenaan dengan masalah buku bajakan. Dalam syariat Islam, merugikan orang lain adalah hal yang haram dilakukan. Seperti sudah dijelaskan di atas, bahwa pembajakan ini dapat merugikan pihak perusahaan pembuat software. Mengenai masalah ini, terdapat ayat-ayat yang menyebutkan tentang larangan merugikan atau berbuat dzalim pada orang lain sebagai berikut:

    وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

    [الشعرآء، 26: 183]

    “Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan. [QS. asy-Syu’ara (26): 183].

    .[لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ [البقرة، 2: ٢٧٩

    “ … kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya” [QS. al-Baqarah (2): 279]

    Selain itu terdapat hadis yang juga membicarakan tentang larangan merugikan orang lain, yaitu:

    لَاضَرَرَوَلَاضِرَارَ

    “Tidak boleh membahayakan (merugikan) diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan (merugikan) orang lain.” [HR. Ibnu Majah dari Ibnu Abbas]

    Dari ayat-ayat dan hadis di atas, dapat dipahami bahwa pembajakan tidak dapat dibenarkan karena dapat merugikan perusahaan pembuat software.

    Lalu bagaimana hukum menggunakan software bajakan? Membajak dan mencuri merupakan dua tindakan yang dapat merugikan orang lain dan pada saat yang sama menguntungkan pelakunya. Tentu hal ini tidak dapat dibenarkan.

    Kemudian bagaimana dengan pembajakan software, apakah sama dengan pencurian? Jika dilihat sekilas, pembajakan tampak agak berbeda dengan pencurian, karena membajak tidak menghilangkan sesuatu dari pemiliknya, tetapi memperbanyak sesuatu tersebut. Namun Islam memandang bahwa segala sesuatu yang memiliki nilai kehartabendaan adalah harta, termasuk di dalamnya hak-hak atas sesuatu. Dalam hal ini software adalah sesuatu yang memiliki nilai kehartabendaan dan memiliki harga, meskipun tidak memiliki wujud yang nyata. Pembuat software pun memiliki hak untuk melakukan segala hal atas kepemilikannya, sehingga apabila ada pihak lain yang ingin menggunakan software tersebut, ia harus mendapatkan izin dari pemiliknya (pembuat software). Selain itu, software merupakan karya hasil kerja keras pembuatnya, yang di dalamnya terkandung hak atas kekayaan intelektual. Penggunaannya harus seizin pemilik hak tersebut. Hak ini juga dilindungi oleh undang-undang, yaitu Undang-undang nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.

    Oleh karena pembajakan adalah penggunaan manfaat suatu benda tanpa seizin pemiliknya, maka membajak sama dengan mencuri izin menggunakan software. Dikatakan mencuri izin karena sebagaimana sudah diterangkan di atas pembajak melakukan suatu rekayasa sehingga seakan-akan mendapatkan lisensi/izin resmi dari pembuat software. Oleh karena itu menggunakan software bajakan tidak dapat dibenarkan dan harus dihindari.

    Bagaimana jika software bajakan ini digunakan untuk bekerja mencari uang, yang di dalamnya masih harus ada usaha dan kerja serta tidak sekedar mencari keuntungan saja dari software bajakan ini? Masalah penggunaan software bajakan sebagai alat untuk bekerja dan menghasilkan uang dapat dibagi dalam rincian sebagai berikut.

    Pertama, orang yang mendapatkan keuntungan murni dari pembajakan. Artinya, ia membajak suatu software, kemudian mengomersialisasikannya atau menjualnya kepada pihak lain, maka hasil penjualannya adalah haram. Sebagaimana analogi (qiyas) dari hadis tentang jual beli barang yang haram:

    إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَنَازِيرِ وَبَيْعَ الْمَيْتَةِ وَبَيْعَ الْخَمْرِ وَبَيْعَ الْأَصْنَامِ

    “Allah Azza Wa Jalla dan rasul-Nya telah mengharamkan jual beli babi, bangkai, arak dan berhala” [HR. Ahmad dari Jabir bin ‘Abdullah].

    Inti dari hadis di atas adalah Allah melarang manusia untuk menjual sesuatu yang haram. Hal ini juga dapat diterapkan pada penjualan software bajakan. Hukum keharaman jual beli babi, bangkai, arak dan berhala dapat diaplikasikan pada penjualan software bajakan, karena benda-benda tersebut memiliki hukum yang sama yaitu haram. Oleh karena itu uang hasil penjualan software bajakan adalah haram.

    Kedua, orang yang menggunakan software bajakan untuk bekerja. Ia menggunakannya sebagai alat untuk bekerja, semisal dalam hal administrasi, desain, maupun sarana berkarya (menulis dan sebagainya), maka hasil yang didapat dari usahanya tersebut tetaplah halal. Larangannya hanya terdapat pada kegiatan pembajakannya, dan dosanya juga hanya ada saat membajak saja.

    Wallahu a’lam bish-shawab.

    Share This Article

    27 Comments For "HUKUM PENGGUNAAN SOFTWARE BAJAKAN"

    1. Februari 9, 2019

      Disini kita belajar untuk menghormati Hasil Cipta Karya Milik Seseorang, jika hal itu menimpa kita lalu apa yang bisa kita lakukan?
      Jika ternyata kita adalah pelakunya, apakah tidak malu pada diri sendiri? Menggunakan Sadjadah Curian, Membajak Perangkat Lunak dan Karya Seni, serta Melarikan Diri dari kewajiban membayar?

      Balas
    2. Ilham
      Februari 21, 2019

      Jadi kalau mencuri kuda terus kudanya dipakai narik becak. Kudanya tetap haram dan uang hasil narik becanya tetap halal..?

      Balas
      • hama
        Mei 4, 2019

        becak macam apa yg ditarik kuda pak wkkwkwkwk

        Balas
      • TZ
        Mei 9, 2019

        Logikanya gak masuk, dalam konteks software, membajak itu tidak sama dengan mencuri dalam hal fisik, hanya izin untuk memakainya..

        Balas
        • M.A.K. Arrasyid
          Oktober 22, 2019

          becak bertenaga kuda…? apa itu…?

          Balas
        • PakuBumi
          November 23, 2019

          dan untuk bisa mendapatkan “izin untuk memakainya” itu, kita diharuskan membeli dengan jumlah yg diatur sang pembuat software tersebut,
          sebelum kita membelinya, berarti kita belum punya “izin untuk memakainya”.
          apa hukum menggunakan barang tanpa izin pemiliknya?

          Balas
      • Desember 28, 2019

        tetap haram lah.

        Balas
    3. Sardi
      Agustus 5, 2019

      Menjual software bajakan hukumnya haram dan
      Memanfaatkan software bajakan untuk bekerja tetap halal? (Paragraf bagian terakhir)

      Kenapa bisa seperti itu?

      Balas
      • Arts
        September 7, 2019

        jadi gini bang, software berbeda dg harta lainnya krna dg kita memakai software bajakan si pembuat bukan berarti kehilangan softwarenya. jadi gk bisa di analogikan sebagai curi motor buat ngojek. nah si perusahaan Adobe/microsoft yg besar tsb. masih di untungkan dg pendapatan penjualan, nyatanya para kapitalis tsb semakin kaya wkwkw. beda dg menjual software bajakan, artinya kita mengurangi penghasilan dr perusahaan krn semakin bnyk pengguna bajakan. Saran saya sih jika mampu membeli produk ori mending beli untuk menghargai mereka, kalau belum punya uang, diniatkan setelah mendapat hasil dari pekerjaan tsb.

        Balas
        • Ingat Akhirat
          Januari 28, 2020

          Sebesar atau sekaya apapun perusahaan kalo yang namanya mencuri/menggunakan software tanpa ijin/tanpa lisensi ya gak boleh, mencuri/gak bayar jasa itu gak ada alasan untuk boleh dilakukan, hargai hak mereka, bukan hak kita untuk seenaknya memakai, software berbeda dari harta lain? Bukannya software itu kayak alat berbentuk digital ya?, HARGAI ATURANNYA, SETUJUI APA PERATURANNYA

          Balas
    4. Furwadisipor
      Agustus 27, 2019

      Afwan saya tdk sepakat pd hkum mnggunkn software bjkan, mnurut saya, tetap haram Krena tergolong tolong-menolong dlm hal keburukan

      Balas
      • M.A.K. Arrasyid
        Oktober 22, 2019

        ini sih masalah menghargai ya… anda berarti menghargai pihak pembuat perangkat lunak tersebut… jadi anda menganggap hal itu buruk. Ini subjektif sih sifatnya. tapi kan pembahasan di atas sudah menjelaskan berdasarkan dalil yang ada. ya tiap orang bisa aja beda pendapat atau fatwa, namanya juga manusia…

        Balas
      • Alfian Tan
        Desember 3, 2019

        Ya mungkin jika niatnya untuk hal yang baik, insyaAllah halal.

        Balas
      • Desember 28, 2019

        Bismillah.

        Saya tidak sepakat dengan akhir kesimpulan “sebagai pengguna” bahwa menggunakan software bajakan di bolehkan, sebaiknya dilarang (Haram) turunannya tetap dari hasil mencuri/bajak. dan kalau dilegalkan tidak akan menghentikan dan memberikan efek jera, harap ditimbang dan direnungkan lagi akan lebih banyak Mudharatnya kalau tak diharamkan.

        Saran :
        Kalau punya duit sebaiknya beli Asli.
        Kalau tidak punya duit cari yang OpenSource seperti :
        – Linux Mint Operating System (Paling mendekati / mirip dan pantas untuk menggantikan windows,
        – WPS Office | pengganti Microsoft Office dan support dengannya atau memiliki extention atau jenis file
        yang sama dan bisa dibuka di microsoft office terbaru 2019.
        – Inkscape | Pengganti Coreldraw.
        – GIMP | pengganti Photoshop.

        Software diatas tidak kalah canggih dari software-software windows. coba searhcing lihat hasil-hasil karya dari Software ditas.

        Kutipan Kata : 2 Petani dengan cangkul yang sama lahan yang sama pupuk yang sama, HASILNYA TETAP SAJA BERBEDA, dan selalu saja ada yang terbaik.

        Kutipan kata dari guru design ku : “Yang berarti kreatifitas, imajinasi, kerja keras itu tanpa batas”

        tidaklah kita harus berpatokan atau bergantung pada satu alat / software, apalagi mencari2 kebenaran didalam sebuah kesalahan “untuk dibenarkan”.

        Nuun Walqalami Wamaa Yasthurun.
        Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

        Balas
      • Maret 9, 2020

        apakah jawaban antum berdasarkan ilmu? jika iya silahkan tulis dalil beserta ibarohnya untuk menyangkal paragraf terakhir dari artikel di atas.

        Balas
      • Deris Septian
        Maret 27, 2020

        entah kenapa statment memang tidak bisa dibantah

        Balas
    5. Nuzul
      September 26, 2019

      Misal surat izin mengemudi sy udah abis, stnk jg belum isi pajak, sy merugikan negara. Motornya dipake ngojek, apa jadi dosa jariah ya? Hehehe

      Balas
    6. PakuBumi
      November 23, 2019

      sebenernya dari istilahnya aja udah jelas ya;
      “membajak” itu kan sinonim dari “mencuri/merampok” (contoh “bajak laut”).
      frasa “software bajakan” itu kurang lebih punya arti yg sama dengan “software curian”.

      Balas
    7. Desember 28, 2019

      Update :
      Windows – Linux
      Microsoft Office – Libre Office – WPS
      Corel Draw – Inkscape
      Photoshop – GIMP
      Adobe Flash – Synfig studio
      3DS Max – Blender 3D
      Camtasia – OpenShot

      Balas
    8. Ingat Akhirat
      Januari 28, 2020

      Itu di paragraf terakhir gimana tuh? Tolong diedit, bikin sesat orang dan malah mendorong orang melakukan pembajakan, tolong pahami apa itu software, gak mudah buatnya, jangan pikir software itu bukan benda/harta, itu karya orang woi,

      GUE UDAH TAHAN DARIDULU GAK MENGGUNAKAN SOFTWARE BAJAKAN KARNA TAKUT PENGHASILANNYA HARAM DAN BERALIH KE OPEN SOURCE, NIH ARTIKEL MALAH SEBALIKNYA, GOBLOKNYA BUKAN MAIN

      KALO DILOGIKA KAYAK LU PAKAI SEPATU HASIL MENCURI BUAT OLAHRAGA SAMA SEKOLAH SAMA KERJA, GILA, MALU! MENDING GAK PAKAI SEPATU DARIMANA PAKAI SEPATU MENCURI

      LHA TUH KORUPTOR GIMANA? DOSANYA PAS MENCURI TERUS UANGNYA HALAL?

      Balas
    9. Aqil Akbar
      Maret 19, 2020

      Jadi klo misalnya kita beli kaset yang berisi software yang harga murah di online shopping bagaimana hukumnya? Karena itu dibeli tetapi dengan harga puluhan ribu saja. Masihkah haram?

      Balas
    10. Aqil Akbar
      Maret 19, 2020

      Jika kita menggunakan software bajakan untuk membeli software asli sebagai desainer grafis boleh gak?

      Balas
    11. rijal mubarok
      Maret 29, 2020

      kan itu tidak izin dan juga membajak itu sifatnya melakukan kerusakan pada sistem dengan cara mengcrack misalnya corel draw menggunakan keygen windows menggunakan kms

      Balas
    12. Fiqih Santun
      April 25, 2020

      anda itu siapa kok ngegas minta di edit nih artikel?

      agama itu harus berdasarkan quran sunnah ijma dan qiyas, lha kamu membantah artikel ini kok dengan logika. kata-katanya pun kotor.

      kamu belajar agama sudah sampai mana?

      fiqih itu butuh referensi bukan hanya logika kaya yang kamu tulis di atas.

      lihat ini :
      وقال بعضهم إن كان النهي يختص بالفعل المنهي عنه كالصلاة في المكان النجس اقتضى الفساد وإن لم يختص المنهي عنه كالصلاة في الدار المغصوبة لم يقتض الفساد

      Balas
    13. Almas
      Mei 9, 2020

      Kalau Software nya udah gk dijual lagi gimana?
      kayak Adobe versi CS, kan sekarang dijualnya yang versi CC, gimana cara dapetin serial number nya?

      mohon pencerahannya

      Balas
    14. Terry
      Mei 23, 2020

      Nah bagaimana pula membajak beberapa software, yg dimana sipemilik software membenci islam, karna sering sekali saya lihat beberapa software game byk menggunakan simbol islam dan mencapnya sebagai teroris atau membuat simbol islam sbg lambang setan, dan pernah juga saya baca bahwa boleh memperjual belikan spt yg diatas atas dasar bagian dr memerangi mereka, krn itu adalah harta rampasan perang

      Balas

    Leave a comment

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *