Majelis Tarjih Pusat Persiapkan Launching dan Sarasehan

  • Page Views 295
  • Yogyakarta – Usaha untuk melahirkan dan mendidik kader ulama merupakan kegiatan strategis yang mesti dilakukan di tengah kegalauan ulma, khususnya bagi Muhammadiyah, baik dalam skala lokal maupun nasional. Selain meningkatkan dan mengembangkan yang telah ada, usaha ini juga bisa menginisiasipengembangan baru dan menyinergikan berbagai lembaga kerjasama Muhammadiyah dengan pihak luar. Usaha ini akan berjalan dengan cepat dan fungsional ketika didukung oleh seluruh Majelis dan Lembaga terkait di Muhammadiyah.

    Majelis Tarjih dan Tajdid sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap keberadaan kader ulama, berupaya meningkatkan dan mengembangkan usaha ini dengan lahirnya “Pedoman Perkaderan Ulama Tarjih Muhammadiyah”. Pedoman yang telah dibahas pada Rapat Kerja Nasional Majelis Tarjih dan Tajdid tahun 2014 di Yogyakarta dan terus berlanjut pembahasannya hingga Workshop pada bulan Februari 2017 lalu, alhamdulillah telah diselesaikan dan dirumuskan dalam berbagai bagian pokok dan teknis untuk pendirian dan pengembangan pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah, baik untuk pendidikan yang diinisiasi oleh internal Muhammadiyah, maupun bekerjasama dengan lembaga lain seperti yayasan Asia Moslem Charity Foundation (AMCF). Pedoman ini juga berisi Ketentuan Pelatihan, Kajian dan Pengajian Tarjih yang bisa diselenggarakan di tingkat Wilayah, Daerah dan Cabang.

    Sebagai kebutuhan dari proses pendidikan Ulama Tarjih yang harus terus menerus dan tidak berhenti pada strata pendidikan tertentu, maka pendidikan ini lebih diutamakan untuk bisa sustainable bagi mahasiswa hingga bisa melanjutkan pada pendidikan lanjutan. Oleh karena itu program ini diharapkan diakomodasi oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sebagai bagian dari Prodi dan spesialisasi keilmuan. Selain itu, agar kemampuan mahasantri optimal dalam bidang Bahasa Arab dan kajian kitab turats, maka PTM yang telah ada Ma’had AMCF di dalamnya bisa bekerjasama dengan Ma’had dalam proses pembelajarannya. Model dan pola kerjasama PUTM, Prodi dan AMCF juga dibahas dalam pedoman ini.

    Inilah urgensi dari Launching Pedoman Perkaderan Ulama Tarjih Muhammadiyah dengan menghadirkan berbagai Majelis dan Lembaga di lingkungan Muhammadiyah yang terkait, selain PTM dan Ma’had AMCF. Agar kegiatan ini efektif dan menawarkan tindak lanjut yang kongkrit, maka Launching ini kemudian diikuti dengan sebuah Sarasehan.

    Sebagai bagian dari pelaksanaan Pedoman Perkaderan yang terkait dengan program pelatihan yang akan diselenggarakan di MTT tingkat Wilayah dan Daerah, maka kegiatan ini juga dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) yang akan dilaksanakan pada tiga hari berikutnya. Kegiatan ToT ini khusus diikuti oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia

    Share This Article

    Leave a comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *