
Resensi Buku
Perjalanan Menjadi Peneliti Sains Islam: Mensyukuri Karunia Allah Menapaki Usia 75 Tahun. Sebuah Otobiografi
Oleh : Amiruddin
Judul buku : Perjalanan Menjadi Peneliti Sains Islam: Mensyukuri Karunia Allah Menapaki Usia 75 Tahun. Sebuah Otobiografi.
Penulis : Prof. Dr. H. Tono Saksono, M.Sc.
Penyunting : Syamsul Anwar
Penerbit : Suara Muhammadiyah
Tanggal terbit : Desember 2025
Tempat terbit : Yogyakarta
Tebal : lvii + 331 halaman
Nomor ISBN : 978-634-7054-50-0
Disunting dan dikatapengantari oleh Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, MA, buku ini merupakan sebuah otobiografi yang ditulis oleh Prof. Tono Saksono. Beliau adalah salah seorang aktifis Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan latar belakang pendidikan dalam bidang mapping science dan photogrammetry dan merupakan doktor pertama di Indonesia dalam bidang ini. Lulus dari Amerika dan Inggris, beliau banyak meneliti dan menulis karya ilmiah, khususnya dalam bidang penginderaan kemunculan fajar. Beliau sendiri setelah berubah-ubah pekerjaan, dari semula sebagai dosen UGM, kemudian terjun dalam dunia bisnis, akhirnya kembali ke profesi awal sebagai dosen yang memberi waktu luang lebih banyak untuk meneliti dan menulis.
Dalam buku ini ia memaparkan kisah dan lika-liku hidupnya sejak kecil di Desa Pegambiran, Cirebon, saat menjalani pendidikan (di Yogyakarta, di Ohio [USA], dan London [Inggris]), menjalani masa kerja, hingga kini melewatkan hari tua setelah pensiun, di Sukabumi.
Buku ini diberi kata pengantar panjang oleh penyuntingnya, yang menyoroti tiga aspek pemikiran Tono Saksono. Partama, tentang upaya beliau untuk mengembangkan apa yang beliau sebut sains Islam, yaitu penggunaan sains untuk menjelaskan berbagai aspek ajaran Islam, baik akidah maupun syariah. Kedua upaya beliau untuk mengkaji kalender Islam global dalam kaitan dengan manajemen keuangan syariah dalam buku yang beliau beri judul yang mungkin mengernyitkan dahi bagi yang membacanya. Ketiga, dan di sinilah sumbangan terpenting beliau yang paling banyak menyedot pikiran dan energi, yaitu melakukan penginderaan kemunculan fajar dengan latar belakang keilmuan di bidang remote sensing dan photogrammetry. Beliau sendiri mengklaim dirinya sebagai pemilik data rembang terbesar di seluruh dunia.
Buku ini barangkali bagus dibaca oleh karde-kader muda Tarjih untuk dapat meniru semangat dan etos keilmuan beliau, walaupun sudah berusia 75 tahun tidak pernah berhenti berstudi.




