Pembukaan Halaqah, Majelis Tarjih Launching Pusat Tarjih Muhammadiyah dan Muhammadiyah Observatorium Network

  • Page Views 1385
  • Halaqah Nasional Ahli Hisab dan Fikih Muhammadiyah resmi dibuka pada siang hari tanggal 17 Dulqaidah 1437 / 20 Agustus 2016 di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD).  Pembukaan acara halaqah ini sekaligus menjadi kesempatan Majelis Tarjih melaunching Pusat Tarjih Muhammadiyah dan Muhammadiyah Observatorium Network.  Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum dalam sambutan pertama mengucapkan rasa terima kasih kepada Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MTT PP Muhammadiyh) yang telah memberikan kepercayaan kepada UAD untuk menjadi tuan rumah halaqah.

    “Saya mewakili UAD mengucapkan rasa terimakasih setinnggi-tingginya kepada Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Selamat datang di kampus 4 UAD. Komplek kampus 4 ini dalam rencana jangka panjang akan menjadi kampus terpadu UAD nantinya. Karenanya kami mohon doa kepada para hadirin semoga cita-cita kami untuk memajukan UAD diberikan kemudahan dan kelancaran,” jelas rektor UAD Sabtu, 20/08/2016.

    Sambutan kedua disampaikan oleh ketua MTT PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Syamsul Anwar, MA.  Dalam kesempatan itu, Ketua MTT PP Muhammadiyah menjelaskan terkait kronologis pelaksanaan halaqah tersebut hingga bisa diselenggarakan hari ini. Sselain itu beliau juga menyampaikan apresiasi kepada UAD yang beberapa tahun ini selalu menjadi tuan rumah halaqah nasional tentang hisab dan fikih Muhammadiyah.

    “Kegiatan halaqah ini awalnya akan dilaksanakan pada tanggal 29-30 Mei 2016 lalu, karena tanggal 21-nya akan ada kongres internasional tentang penyatuan kalender Islam di Turki. Tapi ternyata yang di Turki diundur menjadi 29-30 Mei, dan akhirnya dilaksanakan pada hari ni. Tiap tahun kita melaksanakan halaqah ahili hisab dan fikih dan tuan rumahnya selalu UAD. Pada halaqah kali ini ini akan membahas salah satu tema yaitu waktu subuh baik dari sisi astronomi maupun fikih. Alhamdulilah Muhammadiyah sudah  punya 3 pusat astronomi di tiga tempat. Dengan ini semoga Muhammadiyah bisa menjadi gerakan Islam berkemajuan,” ungakap Guru Besar Usul Fikih itu.

    Sambutan terakhir diberikan oleh pimpinan pusat Muhammadiyah yang membawahi ketarjihan, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., MA. Dalam sambutannya yang ‘menyegarkan’ Guru Besar Tafsir ini menceritakan kronologis berdirinya Masjid dan Islamic Center UAD yang konon memakan dana 39 milyar rupiah.

    Di akhir acara pembukaan, ketua umum PP Muhammadiyah yang hadir bersama istri, memeragakan pengontrolan satelit jarak jauh yang difasilitasi oleh Muhammadiyah Obseratorium Network bersama OIF UMSU. Setelah itu beliau meresmikan Pusat Tarjih Muhammadiyah. Sebagai informasi Pusat Tarjih Muhammadiyah ini merupakan tempat yang nantinya akan menjadi pusat kegiatan ketarjihan yang memiliki kegiatan utama berupa pengkajian, perkaderan ulama, dan pelayanan masyarakat. Pengkajian adalah ruh utama Majelis Tarjih dan Tajdid, olehnya perlu dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Dari kajian inilah lahir produk-produk pemikiran segar yang menjadi ciri khas gerakan tajdid. Perkaderan ada untuk menjaga ketersediaan ulama untuk masa depan, juga sebagai sarana transmisi manhaj dan etos tarjih pada generasi penerus. Pelayanan masyarakat terlaksana dengan pemberian fatwa sebagai jawaban dari problema yang dihadapi oleh umat.  Pusat Tarjih juga menjadi sentra optimalisasi pelaksanaan program kerja Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Secara manajemen Pusat Tarjih Muhammadiyah ini di bawah UAD, namun secara fungsional ia langsung berada di bawah MTT PP Muhammadiyah.

    Share This Article

    Leave a comment

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *