BeritaProdukPutusan

[DOWNLOAD] Fikih Takziyah dan Kematian

Tanfidz Putusan Munas XXVIII Tarjih Muhammadiyah

Banyak manusia yang tidak memahami makna sebenarnya kehidupan di dunia. Sebagian mereka berlomba-lomba mendapatkan kesenangan hidup duniawi semata. Mereka meyakini hidup adalah anugerah yang hanya sekali, karena itu harus dipenuhi dengan kesenangan dan kenikmatan. Sedangkan sebagian lainnya memahami bahwa hidup hanya ibadah dan mengabdi kepada Allah dengan tidak mempedulikan dunia. Kedua-duanya adalah pemahaman yang salah, karena Allah menciptakan manusia dengan tujuan pokok pengabdian kepada-Nya dengan cara memakmurkan bumi, atau dengan kata lain, memakmurkan bumi dalam rangka ibadah kepada Allah. Firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (٥٦)

Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku [Q.S. al-Dzariyat (51): 56]

ۗهُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ ۗاِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ (٦١)

Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat lagi Maha Memperkenankan (doa hamba-Nya) [Q.S. Hud (11): 61].

Klik di sini untuk membaca selengkapnya tentang Putusan Munas ke-28 Tarjih Muhammadiyah tentang Fikih Takziah dan Kematian

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button